WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Tari Legong Legod Bawa

Posted by Wirahadi Bali on September 25, 2013

Tari Legong Legod Bawa

Tari Legong Legod Bawa

Legong Legod Bawa : Tari Legong Legod Bawa adalah salah satu jenis tari klasik yang tetap berpijak pada pakem Palegongan. Tarian ini dibawakan oleh dua orang penari wanita, tanpa adanya penari Condong sebagaimana yang terdapat pada Tari Legong Lasem ( Keraton ). Tarian ini dimanikan Tari ini mengambil kisah persaingan Dewa Brahma dan Dewa Wisnu tatkala mencari rahasia lingga Dewa Syiwa.
Dikisahkan Dewa Brahma dan Dewa Wisnu sedang bercengkrama di Sorga. Mereka saling membanggakan kesaktian masing – masing yang tiada tandingannya. Percakapan mereka pun terdengar oleh Dewa Siwa. Oleh karena keduanya tidak ada yang mengalah dan mengaku lebih sakti, maka Dewa Siwa menjadi penengah bagi mereka berdua dengan cara berubah menjadi Lingga sembari mengajukan syarat barang siapa yang mampu menemukan ujung ataupun pangkal Lingga tersebut, maka dialah yang lebih sakti. Dewa Brahma dan Dewa Wisnu merasa tertantang untuk menunjukkan kesaktian masing – masing. Dewa Brahma memutuskan untuk berubah menjadi burung api yang akan mencari puncak Lingga tersebut. Dewa Wisnu pun tak mau kalah dengan mengubah wujud menjadi Warak ( Babi hutan besar ) yang akan mencari pangkal dari Lingga Dewa Siwa. Kedua Dewa tersebut terus berusaha sekuatnya mencari ujung maupun pangkal dari Lingga tersebut. Semakin tinggi Dewa Brahma terbang, semakin tinggi pula ujung Lingga. Demikian halnya Dewa Wisnu yang semakin ke bawah mencari pangkal Lingga, semakin jauh ke bawah pula pangkal Lingga tersebut. Akhirnya, Dewa Brahma dan Dewa Wisnu tak kuasa lagi berusaha menemukan ujung dan pangkal Lingga Dewa Siwa. Keduanya pun menyerah dan akhirnya sadar bahwa di atas kekuatan yang mereka miliki, masih ada kekuatan lain yang jauh melebihi dan tak terkira sampai mana batas kekuatannya yaitu Siwa sebagai Yang Maha Kuasa.
Pada Tari Legong Legod Bawa, kostumnya dominan warna hijau, dengan tambahan kostum berupa sayap garuda dan panah. Sayap garuda digunakan untuk karakter Dewa Brahma, sedangkan Panah untuk menandakan karakter Dewa Wisnu. Hal ini penting untuk diketahui oleh para seniman generasi muda khususnya, agar identitas Tari Legong tetap terjaga dengan baik sesuai dengan pakem serta kaidah – kaidahnya. Tari Legong Legod Bawa merupakan salah satu jenis tari klasik yang tetap bersumber pada pakem – pakem Palegongan yang telah lama tercipta di Bali yang berkembang di Desa Saba, Kec. Blahbatuh, Gianyar – Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: