WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Hari Purnama Dan Tilem

Posted by Wirahadi Bali on June 5, 2013

Hari Purnama Dan Tilem

Hari Purnama Dan Tilem

Hari Purnama dan Tilem adalah hari suci bagi umat Hindu, dirayakan untuk memohon berkah dan karunia dari Hyang Widhi. Hari Purnama, sesuai dengan namanya, jatuh setiap malam bulan penuh ( Sukla Paksa ). Sedangkan hari Tilem dirayakan setiap malam pada waktu bulan mati ( Krsna Paksa ). Kedua hari suci ini dirayakan setiap 30 atau 29 hari sekali.
Pada hari Purnama dilakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Chandra, sedangkan pada hari Tilem dilakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Surya. Keduanya merupakan manifestasi dari Hyang Widhi yang berfungsi sebagai pelebur segala kekotoran ( mala ). Pada kedua hari ini hendaknya diadakan upacara persembahyangan dengan rangkaiannya berupa upakara yadnya. Beberapa sloka yang berkaitan dengan hari Purnama dan Tilem dapat ditemui dalam Sundarigama yang mana disebutkan :

“Muah ana we utama parersikan nira Sanghyang Rwa Bhineda, makadi, Sanghyang Surya Candra, atita tunggal we ika Purnama mwang Tilem. Yan Purnama Sanghyang Wulan ayoga, yan ring Tilem Sanghyang Surya ayoga ring sumana ika, para purahita kabeh tekeng wang akawangannga sayogya ahening – hening jnana, ngaturang wangi – wangi, canang biasa ring sarwa Dewa pala keuannya ring sanggar, Parhyangan, matirtha gocara puspa wangi”

Ada hari – hari utama penyelenggaraan upacara persembahyangan sejak dulu sama nilai keutamaanya yaitu hari Purnama dan Tilem. Pada hari Purnama, bertepatan dengan Sanghyang Candra beryoga dan pada hari Tilem, bertepatan dengan Sanghyang Surya beyoga memohonkan keselamatan kepada Hyang Widhi. Pada hari suci demikian itu, sudah seyogyanya kita para rohaniawan dan semua umat manusia menyucikan dirinya lahir batin dengan melakukan upacara persembahyangan dan menghaturkan yadnya kehadapan Hyang Widhi.
Pada hari Purnama dan Tilem ini umat melakukan pembersihan lahir batin. Karena itu, disamping bersembahyang mengadakan puja bhakti kehadapan Hyang Widhi / Tuhan yang Maha Esa untuk memohon anugrah-Nya, umat juga hendaknya melakukan pembersihan badan dengan air. Kondisi bersih secara lahir dan batin ini sangat penting karena dalam jiwa yang bersih akan muncul pikiran, perkataan dan perbuatan yang bersih pula. Kebersihan juga sangat penting dalam mewujudkan kebahagiaan, terutama dalam hubungan dengan pemujaan kepada Hyang Widhi.

  • Tilem
    Tilem adalah bulan mati ; tiada terlihatnya sinar rembulan sehingga malam hari menjadi gelap yang biasanya disimbolkan dengan titik hitam pada Kalender Bali sebagaimana yang disebutkan pula setiap tilem ini, umat hindu biasanya mengadakan persembahyangan di pura dengan menggunakan panca sembah, memohon kepada Tuhan agar memberikan waranugrahanya. Hari Tilem adalah merupakan Prabhawa dari Sang Hyang Rudra sebagai perwujudan Sang Hyang Yamadipati ( Deva kematian ) yang memiliki kekuatan pralina ( Pamuliha maring sangkan Paran ).
    Oleh karena itu umat Hindu secara tekun melaksanakan persembahan dan pemujaan kehadapan Sang Hyang Widhi. Persembahan hari Tilem dimaksudkan agar umat Hindu yang tekun melaksanakan persembahan dan pemujaan pada hari Tilem, ketika meninggal rohnya tidak diberikan jalan yang sesat ( neraka ), namun sebaliknya agar diberikan jalan ke swarga loka oleh Sang Hyang Yamadipati ( lontar Purwana Tattwa Wariga ).
    Oleh karena itu menurut petunjuk sastra Agama Hindu ”Lontar Purwa Gama” menuntun umat Hindu agar selalu ingat melaksanakan suci laksana, khususnya pada hari Purnama dan hari Tilem, untuk mempertahankan serta meningkatkan kesucian diri, terutama para Wiku, untuk mensejahterakan alam beserta isinya karena semua mahluk akan kembali ke hadapan yang Maha Suci, tergantung dari tingkat kesucian masing – masing.
    Proses penyucian diri, menurut petunjuk Sastra Agama yang penekannya pada, ”Suci Laksana”, karena pada pelaksanaannya mengandung makna yang sangat tinggi, dalam arti pada penekanan tersebut sudah terjadi penyatuan dari pelaksanaan Catur Yoga, sehingga atas kekuatan dari Catur Yoga tersebut dapat menyucikan Stula Sarira ( badan Kasar ), dan Suksma Sarira ( badan halus ) dan Antahkarana Sarira ( Atma ), yang ada pada diri manusia khususnya umat Hindu.
  • Purnama
    Pada umumnya di kalangan umat Hindu, sangat meyakini mengenai rasa kesucian yang tinggi pada hari Purnama, sehingga hari itu disebutkan dengan kata ”Devasa Ayu”. Oleh karena itu, setiap datangnya hari – hari suci yang bertepatan dengan hari Purnama maka pelaksanaan upacaranya disebut, ”Nadi”. Tetapi sesungguhnya tidak setiap hari Purnama disebut ayu tergantung juga dari Patemon dina dalam perhitungan wariga. Contoh : Hari Kajeng Keliwon, jatuh pada hari Sabtu, nemu ( bertemu ) Purnama, disebut hari itu, ”Hari Berek Tawukan”, dilarang oleh sastra agama melaksanakan upacara apapun, dan Sang Wiku tidak boleh melaksanakan pujanya pada hari itu ( Lontar Purwana Tatwa Wariga ). Bila Purnama jatuh pada hari Kala Paksa, tidak boleh melaksanakan upacara agama karena hari itu disebut, ”Hari gamia” ( jagat letuh ) karena Sang Wiku tidak boleh memuja.

Kebersihan dalam diri manusia sangatlah penting terutama kebersihan hati, dengan melaksanakan upacara pada hari ini ( penyucian diri ) manusia harus mendekatkan diri ke Hyang Widhi karena dialah ( Tuhan Yang Maha Esa ) yang dapat memberi, lewat pemujaan dan sembahyang diharapkan dapat Sang Hyang Widhi mendengar dan mengabulkan maksud dari keinginan diri dan kembali suci.
Apapun bentuk doa dan permohonan terhadap sang Pencipta ( Tuhan Yang Maha Esa ), hendaklah dilakukan dengan sungguh sungguh, dibarengi dengan niat yang tulus, kepasrahan juga kebersihan hati dan diri dan bila Hyang Widhi mendengar, mengizinkan dan mengabulkan permohonan maka akan tercapailah maksud dan tujuan dari apa yang diharapkan.
Di Bali setiap hari ada upacara, dari berbagai  kegiatan upacara tersebut mengandung arti yang sama, yaitu manusia di ajarkan untuk selalu ingat dan mawas diri tentang Kebesaran dan ke Agungan Sang Pencipta ( Tuhan Yang Maha Esa ), karena dia penguasa alam semesta beserta isinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: