WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Omed – Omedan

Posted by Wirahadi Bali on May 23, 2013

Omed - Omedan

Omed – Omedan

Omed – Omedan atau bahasa indonesia nya adalah cium – ciuman ( tarik – menarik ), sebuah tradisi di Pulau Dewata, Bali. Omed – omedan dari arti bahasa Indonesia-nya memang banyak yang penasaran sekaligus membayangkannya. Omed – omedan atau juga disebut Med – medan adalah acara ciuman massal yang rutin digelar oleh warga Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar Selatan, pada setiap setiap tanggal 1 tahun Caka, atau sehari setelah Hari Raya Nyepi. Omed – Omedan merupakan tradisi / festival ciuman massal usai Hari Raya Nyepi di Bali yang dilaksanakan setiap tahun sekali sebagai warisan leluhur yang dilestarikan sampai saat ini.
Menurut cerita masyarakat setempat, acara ini sudah diwariskan sejak tahun 1900-an. Omed – omedan melibatkan sekaa teruna – teruni atau pemuda – pemudi umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa namun belum menikah. Dalam bahasa Bali, Med – medan sama dengan paid – paidan, berarti saling tarik menarik. Jadi med – medan adalah ritual saling tarik – menarik antara kelompok pemuda dengan kelompok pemudi untuk memohon keselamatan seluruh warga desa.
Prosesi med – medan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk mohon keselamatan. Festival dimulai dengan doa di Banjar dan semua peserta harus mengikuti prosesi menjadi lancar dan keselamatan saat berciuman kemudian. Usai sembahyang, peserta dibagi menjadi dua kelompok, laki – laki dan perempuan. Kemudian kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa. Setelah seorang sesepuh desa memberikan aba – aba, kedua kelompok saling mendekat. Begitu bertemu, peserta terdepan saling tarik menarik lalu berciuman disaksikan ribuan penonton. Prosesi tersebut dilakukan secara bergantian sehingga semua peserta kebagian berciuman. Tidak semua masyarakat Bali, bahkan masyarakat Sesetan Kaja sendiri, menyukai tradisi ini. Selain bentuk penghormatan terhadap leluhur, omed – omedan diadakan juga untuk lebih meningkatkan rasa persahabatan dan solidaritas di antara warga negara, terutama pria muda dan wanita.
Pernah pada 1970-an para sesepuh banjar memutuskan agar acara ini ditiadakan. Namun, tak lama berselang, di pelataran Pura terjadi perkelahian yang amat seru dua ekor babi, dan keduanya menghilang begitu saja di tengah perkelahian. Oleh warga, peristiwa itu dianggap sebagai pertanda buruk. Maka, med – medan pun kembali dilangsungkan.
Jauh sebelum itu, ada kisah menarik mengenai med – medan. Saat itu, begitu Hari Nyepi usai, masyarakat Puri Oka, sebuah kerajaan kecil di Denpasar selatan, menggelar permainan med – medan alias saling tarik – menarik antara kelompok pemuda dan pemudi. Saking serunya, acara tarik – menarik itu berubah menjadi acara saling merangkul dan situasi berubah gaduh karenanya. Raja yang saat itu sedang sakit pun marah besar. Dengan terhuyung – huyung beliau keluar hendak menghardik warganya. Namun, begitu melihat adegan itu, tiba – tiba sakit Sang Raja mendadak sirna dan ia pun sehat seperti sediakala. Raja lalu mengeluarkan titah agar med – medan dilaksanakan tiap tahun saat ngembak geni ( menyalakan api pertama ) sehari setelah Hari Raya Nyepi.
Begitu diselenggarakan lagi, giliran Pemerintah Kolonial Belanda yang terusik melihat upacara itu. Belanda melarang ritual itu, namun warga yang taat tidak menghiraukan larangan itu. Acara ciuman massal itu pun berlangsung hingga sekarang. Tapi jangan berfikir semudah itu untuk bisa mendaratkan ciuman kamu pada sang gadis, karena dalam acara itu selain tarik menarik juga ada acara siram – siraman, sekali kesempatan dan gagal, maka kamu akan di siram beramai – ramai.
Banyak nilai yang terkandung dalam tradisi ini. Di antaranya adalah penghormatan terhadap leluhur, memupuk rasa kesetiakawanan dalam kerangka saling asah, asih dan asuh. Juga menjaga keharmonisan hubungan sesuai dengan norma yang berlaku, membangun solidaritas dan persatuan masyarakat dalam situasi suka suka, unsur hiburan dan ekonomis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: