WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Tari Baris Bajra

Posted by Wirahadi Bali on May 4, 2013

Tari Baris Bajra

Tari Baris Bajra

Tari Baris Bajra yang membawa senjata gada dengan ujungnya berbentuk bajra ( seperti gada Bhima ) dan ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya serta dapat dijumpai di daerah Bangli dan Buleleng. Tarian ini ditarikan berjumlah sebelas orang dan masing – masing penari membawa properti berbentuk Bajra yang bentuk ukuranya tidak terlalu besar.
Gerakan tarian yang begitu anggun dengan lentikan jemari tangan sipenari dipadukan dengan gerak Bajra di tangan kanannya layaknya seperti pendeta pada saat mepuja, menujukan bahwa tarian tersebut mengambil inspirasi dari pendeta. Di pertengahan tarian tersebut mengambil posisi melingkar persis membentuk segi delapan didalam lingkaran tersebut terdapat tiga orang penari mengambil simbol dari Yama Raja seperti delapan penjuru mata angin dan didalamnya ada tiga penari simbol alam bhur, bwah, swah, yang bertujuan menetralisir sifat butakala yang erat kaitanya dengan upacara caru dan diakhir tarian diakhiri dengan purwa daksina mengelilingi areal pura tiga kali putaran.
Sejarah Tari Baris Bajra ini diambil dari senjata Bajra yang digunakan oleh Pendeta ( Pedanda Budha ) pada saat mepuja. Bajra yang mempunyai ujung lima menghadap keatas dan kebawah merupakan lambang kekuatan untuk melebur kekuatan jahat adharma menjadi dharma, Bajra ini merupakan identitas Pendeta ( Pedanda Budha ) yang berasal dari leluhurnya Dang Hyang Astapaka dengan ajaran Budha Mahayana dan kemudian beliau menetap dan mempunyai asrama di Desa Budakeling yang dikenal dengan Pura Taman Sari dengan ajaran Bajra Yana ( Bajra Jenana ) Bajra yang artinya senjata dan Jenana Berarti kesucian pikiran yang membawa prilaku dan pembicaraan dharma dengan kekuatan kemurnian pikiran wacana dan perbuatan ini yang disebut kaya, wak, citta bajra.
Tarian Baris Bajra merupakan tarian yang disakralkan dan ditarikan pada hari – hari tertentu yang sebenarnya ditujukan kepada para Dewa bukan kepada penonton atau pemedek di pura sekalipun. Jadi untuk melihat tarian ini sangat susah ditemui pada hari – hari biasanya. Sehingga anda harus menunggu upacara yang diadakan oleh desa tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: