WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Tari Mabuang

Posted by Wirahadi Bali on May 1, 2013

Tari Mabuang

Tari Mabuang

Asal Mula Tari Mabuang Mulan Daha adalah tarian sakral yang ditarikan oleh gadis – gadis yang sudah melalui proses upacara menjadi daha. Tarian ini di pertunjukan pada sasih sambah ( sasih kelima ), sesuai dengan perhitungan kalender di Tenganan Pagringsingan. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, bahwa tarian ini disebut tarian Dewa sebagai tanda kehormatan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa.
Kata “mabuang” itu adalah menuangkan air nira ( tuak ), “mulan” asal dan kata “daha” berati gadis ( dalam hal ini gadis yang sudah di buatkan upacara ). Sedangkan “Ngusaba Sabah” berarti upacara besar yang terjadi setiap tahun sekali.
Tari Mabuang adalah tarian sakral yang ditarikan oleh orang – orang desa, sedangkan Mulan itu berarti asal dan Daha berarti gadis. Dan ngusaba Sabah adalah upacara Dewa Yadnya. Mabuang berarti nama tarian upacara untuk menuangkan air nira sebagai sajen persembahan, sedangkan kata “Mulan” berarti “menang” dan Daha berarti daa. Ngusaba Sambah adalah upacara Dewa Yadnya di Tenganan Pagringsingan.
Jenis tari Abuang ( Mabuang ), yakni : tari Mabuang dan Mabuang Kala. Tari Mabuang adalah tari yang ditarikan oleh para daha pada sasih kasa ( bulan satu ) di depan Bale Agung dan pada upacara Sambah di subak – subak daha. Dan tari Mabuang Kala adalah tari yang ditarikan oleh para teruna pada waktu upacara Sabah di bulan ke lima ( sasih kelima ) bertemat di depan Bale Patemu pada waktu malam hari.
Tari Mabuang ini di bawakan oleh gadis – gadis yang sudah medaha sebagai tanda kehormatan atau kesetiaan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa yang hanya dipentaskan setiap tahun sekali, yaitu pada upacaca Ngusaba Sambah sesuai dengan perhitungan kalender setempat.
Pementasa tari Mabuang Mulan Daha di Desa Tenganan Pagringsingan dipentaskan pada sore hari di empat tempat yaitu di halaman depan Bale Petemu Kaja, Petemu Tengah, Petemu Kelod dengan diiringi seperangkat Gambelan Selonding. Terakhir pementasan dilakukan di halaman depan Bale Agung dengan iringan Gambelan Gambang di tempat terbuka. Karena keadaan tempat pertujukan diantara dua bangunan, maka arena pertunjukan berbentuk segi empat panjang. Di setiap tempat pementasan ditancapkan ayunan yang terbuat dari kayu cempaka, dimana ayunan tersebut merupakan warisan leluhurnya. Ayunan itu berisi delapan tempat duduk. Empat tempat duduk terdapat di bawah dan empat lagi berada di atasnya.
Tari Mabuan Mulan Daha adalah tarian upacara untuk menuangkan air nira yang dibawakan oleh gadis – gadis yang sudah medaha sebagai tanda kehormatan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa. Para daha yang menarikan tari Mabuang Mulan Daha ini berasal dari tiga gantih, yaitu : gantih wayan, gantih nengah dan gantih nyoman.
Tari ini tergolong dalam seni tari wali, karna sampai sekarang masih tetap dipertunjukkan dan harus ada dalam upacara Ngusaba Sambah. Kalau tarian ini tidak dipertunjukkan, berarti upacara tersebut di anggap belum selesai, serta umumnya tidak memakai lakon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: