WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Tari Legong

Posted by Wirahadi Bali on April 30, 2013

Tari Legong

Tari Legong

Legong merupakan sekelompok tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari gambuh. Kata Legong berasal dari kata “leg” yang artinya gerak tari yang luwes atau lentur dan “gong” yang artinya gamelan. “Legong” dengan demikian mengandung arti gerak tari yang terikat ( terutama aksentuasinya ) oleh gamelan yang mengiringinya. Gamelan yang dipakai mengiringi tari legong dinamakan Gamelan Semar Pagulingan.
Legong dikembangkan di keraton – keraton Bali pada abad ke-19 paruh kedua. Konon idenya diawali dari seorang pangeran dari Sukawati yang dalam keadaan sakit keras bermimpi melihat dua gadis menari dengan lemah gemulai diiringi oleh gamelan yang indah. Ketika sang pangeran pulih dari sakitnya, mimpinya itu dituangkan dalam repertoar tarian dengan gamelan lengkap.
Sesuai dengan awal mulanya, penari legong yang baku adalah dua orang gadis yang belum mendapat menstruasi, ditarikan di bawah sinar bulan purnama di halaman keraton. Kedua penari ini, disebut legong, selalu dilengkapi dengan kipas sebagai alat bantu. Pada beberapa tari legong terdapat seorang penari tambahan, disebut condong, yang tidak dilengkapi dengan kipas.
Struktur tarinya pada umumnya terdiri dari papeson, pangawak, pengecet, dan pakaad. Dalam perkembangan zaman, legong sempat kehilangan popularitas di awal abad ke-20 oleh maraknya bentuk tari kebyar dari bagian utara Bali. Usaha – usaha revitalisasi baru dimulai sejak akhir tahun 1960-an, dengan menggali kembali dokumen lama untuk rekonstruksi. Tari Legong ada banyak jenis, seperti : Tari Legong Lasem ( Kraton ), Tari Legong Jobog, Tari Legong Kuntir, Tari Legong Legod Bawa, Tari Legong Kuntul, Tari Legong Mintaraga, Tari Legong Playon, Dan masih banyak lagi legong seperti ; Legong Untung Surapati, Legong Sri Sedana, Legong Smaradahana, Legong Sudarsana, dan Lain – lainnya. Mengambil cerita semacam Calonarang. Beberapa daerah mempunyai legong yang khas. Di Desa Tista ( Tabanan ) terdapat jenis Legong yang dinamakan Andir ( Nandir ). Di pura Pajegan Agung ( Ketewel ) terdapat juga tari legong yang memakai topeng dinamakan Sanghyang Legong atau Topeng Legong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: