WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Tari Joged Dadua

Posted by Wirahadi Bali on April 30, 2013

Tari Joged Dadua

Tari Joged Dadua

Beberapa sebutan / nama untuk merujuk pada tarian  joged yang terdapat di Banjar Suda Kanginan seperti ;

  • Joged Duwe; tarian ini berkait langsung dengan ritual keagamaan, dominan pada ritual sakral upacara piodalan yang dilaksanakan di banjar Suda Kanginan, dan pura – pura yang memiliki paiketan / kaitan dengan Ida Bhatara / i yang malingga di Sudha Kanginan.
  • Joged Pingitan ; tarian joged ini tidak seperti joged lain pada umumnya yang dipentaskan secar profan untuk hiburan dan bisa di ibingi oleh khalayak umum. Joged jenis ini memang dipingit, dan hanya dipentaskan pada acara – acar ritual magis tertentu saja dan pengibingnya pun adalah para sutri yang telah memiliki ayahan untuk hal tersebut.
  • Joged Klasik ; sebutan yang diberkan oleh orang – orang ”modern”, seperti kalangan seniman / akademisi, yang menurutnya bisa diklasifikasikan / dikategorikan sebagai seni atau tarian klasik.

Penari joged ini terdiri atas dua orang penari perempuan dari usia anak – anak sebalum haid / usia dewasa. Direkrut dari warga masyarakat Suda Kanginan yang memiliki persyaratan anatar lain ; mau dan bisa belajar menari, mempunyai paras yang cukup, dengan batas usia menjadi penari adalah masa haid pertama / dewasa. Artinya, ketika para penari telah menadapatkan haid pertamanya, maka sang penari akan segera mepamit / undur diri dari kegiatan joged ini, dan kelompok joged akan segera mencarikan penggantinya untuk kemudian dilatih dan dipelaspas secara sekala dan niskala.
Penari joged duwe memakai kostum penari legong keraton lengkap dengan kipasnya,  dengan struktur gamelan pengiring yang mengiringi tarian joged ini terdiri atas tiga palet / babak yaitu :

  • Palet pepeson – lelegongan : mirip dengan tarian awal legong kraton dengan fersi yang agak berbeda dengan durasi kurang lebih lima menit.
  • Palet pelayon : mirip dengan legong keraton dengan versi agak berbeda. Untuk koreografi tarian waktu sekarang agak berbeda dengan dahulu. Koreografi tarian untuk waktu sekarang lebih disederhanakan dengan pertimbangan ; daya hafal penari, kebutuhan waktu agar lebih efisien, dan lain – lain.
  • Palet ibing – ibingan : pengibing tarian ini berjumlah satu – dua pengibing yang telah ditentukan orang – orangnya dan biasanya dari kalangan sutri. Tarian akan berakhir bila penabuh telah mendapat isyarat berhenti dari para sutri.

Fungsi tarian secara niskala ; sebagai pelengkap upacara dewa yadnya, persembahan suci untuk para bhatara dan bhatari yang melingga di khayangan banjar Suda Kanginan. Fungsi secara sekala ; sebagai hiburan bagi masyarakat, sebagai penanda bahwa acara puncak persembahyangan akan segera dilaksanakan, serta sebagai media pelestarian budaya leluhur. Alamat joged : Br. Suda kanginan, Desa Nyitdah, Kec. Kediri, Kab. Tabanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: