WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Museum Pasifika

Posted by Wirahadi Bali on April 22, 2013

Museum Pasifika

Museum Pasifika

Pulau dewata ini juga memiliki beragam fasilitas wisata yang menjalankan misi perlindungan serta pendidikan yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Salah satu dari sekian objek wisata tersebut adalah Museum Pasifika yang terletak di kawasan Nusa Dua, Bali. Museum ini diperuntukkan sebagai salah satu objek wisata edukasi khususnya pengetahuan sejarah yang memamerkan berbagai karya seni dari Asia Pasifik dengan menempatkan Indonesia dan khususnya Bali sebagai pusatnya.
Berbagai karya dari seniman ternama seperti Le Mayeur, Antonio Blanco dan Renato Christiano terdapat disini, selain karya seni dari seniman lain seperti Emilio Ambron, Miguel Covarrubias dan Theo Meier. Theo Meier adalah seniman pertama yang menjadi ikon pembukaan pameran saat pertama kali dibuka untuk umum. Museum yang sarat akan inspirasi ini akan membawa anda kedalam petualangan sejarah seni lintas wilayah Asia Pasifik.
Museum ini terdiri dari 8 paviliun dan 11 ruangan untuk pameran berbagai karya seni, memiliki sekitar 600 karya seni dari 200 seniman yang berasal dari Indonesia, Melanesia Pasifik dan Polinesia, Indochina Peninsula dan beberapa negara lain di Asia. Masing – masing ruangan menyimpan lukisan sesuai asal negara si pelukis, yaitu:

  • Ruang 1 : Terdapat lukisan dari maestro yang berasal dari Indonesia, antara lain: Raden Saleh, Affandi, Hendra Gunawan, Ida Bagus Nyoman Rai, dan Nyoman Gunarsa.
  • Ruang 2 : Di ruangan ini tersimpan lukisan serta buku – buku sastra yang berasal dari Italia. Sebut saja Renato Christiano yang menampilkan wanita Indonesia zaman penjajahan Belanda, Gilda Ambron, Piero Antonio Garriazo dimana objek lukisannya adalah tentang perempuan – perempuan Indonesia, pemandangan sawah dan  perkampungan tempoe dulu.
  • Ruang 3 : Disebut juga ruang Belanda dikarenakan di ruangan ini tersimpan lukisan dan diorama pelukis Belanda yang pernah tinggal Indonesia, seperti : Wilem Gerard Hofker, Isac Israel, Hendrik Paulides dan lain – lain.
  • Ruang 4 : Disini dipamerkan lukisan hasil karya seniman berkebangsaan Prancis, antara lain: Paul Gerrard, Pierre Sicard, Lea Lafugie.
  • Ruang 5 : Ruangan yang penuh dengan lukisan yang berasal dari pelukis Eropa – Jerman, Inggris dan Swedia. Tidak kalah pentingnya di ruangan ini terdapat satu surat asli berisi tulisan tangan dari Presiden RI Ir, Soekarno yang ditujukan kepada Le-Mayeur yang meminta kesediaannya mengajarkan melukis kepada Abdullah yang kemudian kita kenal dengan nama” Basuki Abdullah”.
  • Ruang 6 : Tempat diselenggarakannya pameran dengan segala pernak – pernik ala Bali tradisional seperti : lukisan dan topeng Barong yang sering dipertunjukkan di pesta Barong dan Tari Kecak. Di depan ruang 6 ini terdapat sebuah taman yang  indah. Dimana terkadang dijadikan tempat pertunjukan seni tari untuk menghibur tamu penting dari penjuru dunia.
  • Ruang 7 : Ruangan ini dinamakan ruang Indo – China, semua lukisan diruangan ini merupakan karya seni dari pelukis asal Vietnam, Thailand, Kamboja, Hongkong.
  • Ruang 8 : Disebut juga ruangan Asia, didominasi lukisan Opium khas negeri tiongkok. ( tema lukisan disini meggambarkan keadaan pecandu opium di daratan china pada abad pertengahan )
  • Ruang 9 : Di ruangan banyak terdapat  patung – patung artefak, bekas perahu kayu, sangkar burung, baju besi perang dan berbagai macam ornamen lainnya yang dipakai orang – orang Asia Pasifik di abad pertengahan.
  • Ruang 10 : Ruang Tahiti dimana semua hasil karya pelukis Tahiti dikumpulkan disini. Ada satu lukisan yang luar biasa berjudul Taj Mahal, India. Lukisan ini menggambarkan istana Taj Mahal di tahun 1955 dengan pelataran hutan liar membuat istana kuno itu menjadi berkesan mewah juga teduh dan angker.
  • Ruang 11 : Ruang terakhir yang menyimpan kain Ulos ( kain ciri khas Batak untuk Upacara Adat ) yang terbesar di dunia membentang dengan panjang hampir 20 meter dengan tinggi kain 2 meter tanpa ada sambungan jahitan sedikitpun.

Museum ini telah menarik minat banyak wisatawan lokal maupun mancanegara bahkan Presiden Indonesia serta para pejabat penting di negeri inipun datang untuk menikmati koleksi seni yang ada disini, selain tamu – tamu asing kenegaraan. Museum Pasifika berdiri pada tahun 2006 diatas tanah seluas 12.000 m2 atas ide seorang pecinta seni berkebangsaan Perancis dan Indonesia.
Dengan adanya museum ini diharapkan dapat dijadikan pendidikan dan pengetahuan budaya sebagai warisan nenek moyang bernilai budaya tinggi dan berfalsafah kehidupan alami yang harus tetap terjaga dan tidak boleh punah karena perkembangan zaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: