WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Museum Bali

Posted by Wirahadi Bali on April 22, 2013

Museum Bali

Museum Bali

Museum Bali terletak  di lokasi strategis di pusat kota Denpasar, tepatnya di jalan Mayor Wisnu. Pada bagian sebelah selatan museum terdapat Pura Jagatnatha, sedangkan lapangan Puputan Badung dan Patung Empat Wajah ( Patung Catur Muka ) berada di depan Museum Bali.
Museum ini merupakan museum tertua yang ada di Bali, jenis Museum ini termasuk museum ethnografi,  ini bisa di lihat berdasarkan dari koleksi koleksi yang tersimpan. Seluruh unsur kebudayaan Bali terdiri dari koleksi arkeologi, koleksi historika, koleksi seni rupa dan koleksi etnografika akan di jumpai disini, seperti perlengkapan hidup, perlengkapan upacara adat, perkembangan agama dan aspeknya dan budaya masyarakat Bali sejak dari zaman prasejarah ( Bali kuno ) sampai saat sekarang ini.
Museum Bali ini didirikan pada beberapa tahun setelah kerajaan Badung diduduki Belanda yaitu tahun 1910. Perencanaan awal pendirian Museum Bali adalah pejabat Pemerintah Belanda, Asisten Residen yang bernama W.F.I.Kroon yang dalam pelaksanaan pengembangannya di bantu arsitek Jerman bernama Curt Grundler, I Gusti Ngurah Alit ( Besturder Penegara Badung ), I Gusti Bagus Jelantik ( Raja Karangasem ), I Gusti Ketut Djelantik ( Raja Buleleng ), Raja Tabanan, dan beberapa undagi ( ahli seni bangunan tradisional Bali ) diantaranya I Gusti Ketut Gede Kandel, I Gusti Ketut Rai, dan I Gusti Alit Ngurah.
Bentuk bangunan museum merupakan perpaduan arsitektur antara pura dan puri. Didirikan di atas areal seluas 2.600 m2 meliputi 3 halaman yaitu : halaman luar ( jaba ), halaman tengah ( jaba tengah ) dan halaman dalam ( jeroan ) yang dibatasi dengan tembok dan gapura. Pada dasarnya seni banguan tradisional Bali baik banguan suci, rumah tempat tinggal selalu berdasarkan pada perencanaan dan pola arsitektur tradisional yang berakar pada agama Hindu. Seperti halnya museum ini pelatarannya dibagi atas 3 bagian pokok yaitu halaman luar, halaman tengah dan halaman dalam. Masing – masing halaman dihubungkan dengan candi ( pintu gerbang ).
Museum ini terdiri dari beberapa banguan utama yaitu :

  • Gedung Tabanan yang merupakan sumbangan dari Kerajaan Tabanan pada masa jaman penjajahan dulu dan mengambarkan seni bangunan khas Bali Selatan, berfungsi sebagai tempat pameran koleksi barang kesenian dan etnografi.
  • Gedung Karangasem sebagai bangunan contoh nyata dari seni bangunan tradisional Bali Timur. Bangunan ini merupakan sebuah gedung “penangkilan” artinya gedung tempat raja dihadap oleh para punggawanya, berfungsi sebagai tempat pameran benda – benda prasejarah, arkeologi sejarah, etnografi dan seni rupa serta beberapa lukisan morder.
  • Gedung Buleleng merupakan sumbangan pemerintah Kabupaten Buleleng atau lebih dikenal dengan nama Singaraja. Gedung ini khusus melambangkan seni bangunan Bali Utara, berfungsi sebagai tempat pameran koleksi alat – alat perlengkapan rumah tangga, alat – alat kerajinan, alat – alat pertanian dan nelayan, alat – alat hiburan, patung – patung gaya sedehana dan primitif yang terbuat dari tanah liat, batu dan lain sebagainya.

Pembangunan Museum Bali ini selesai tahun 1929.  selama 7 tahun koleksi benda kuno yang dikumpulkan ( 1925 – 1932 ), adapun para ahli dari luar / barat yang berjasa dalam membangun, memeriksa dan menyumbangkan hasil penelitian dan penemuan untuk di jadikan koleksi Museum Bali adalah: DR.WF Stutterheim, GI Graider, GM Hendrikss, DR.R. Goris, and artist of Walter Spies Goris, dan artis dari Walter Spies.
Museum Bali pada awalnya ditangani oleh lembaga yang disebut Lembaga Museum Bali dan dibuka secara resmi pada tanggal 8 Desember 1932 dengan nama Museum Bali. Museum Bali dikembalikan kepada Pemerintah Indonesia pada tanggal 5 Januari 1966.
Di tahun 1969, pada bagian selatan komplek, di bangun gedung baru yang berfungsi sebagai perpustakaan, kantor  administrasi dan penyelenggaraan pameran sementara atau pameran berkala yang diselenggarakan oleh Museum Bali sendiri atau instansi tertentu lainnya. Pementasan atau pertunjukan kesenian juga dilakukan di komplek bangunan baru di bagian selatan ini.
Tanggal 17 Agustus 1945 Bali Museum di ambil alih oleh Pemerintah Daerah Propinsi Bali kemudian Tanggal 5 Januari 1965 diserahkan ke Pemerintah Pusat di bawah Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan nama Museum Negeri Propinsi Bali.
Tahun 1969 Museum mendapat bantuan proyek Pelita dengan perluasan areal menjadi 6.000 m2 dan menambah gedung pameran yang disebut Gedung Timur. Sejak Otonomi Daerah Tahun 2000 Museum Negeri Propinsi Bali diserahkan kembali ke Pemerintah Provinsi Bali dengan nama UPTD. Museum Bali. Dan sejak Tahun 2008 UPTD Museum Bali berubah nama menjadi UPT. Museum Bali.
Koleksi benda bersejarah yang terdapat di Museum Bali terdiri dari:
Tiga buah gedung yang dinamai gedung Tabanan, barang – barang kesenian barang peti mayat dari batu, naskah – naskah kuno ( prasasti ), keramik, patung-patung porselin, alat – alat rumah tangga, alat – alat pertanian, senjata, alat – alat upacara, lukisan, wayang kulit,  Batu Grave ( sarcophagus ), tanah liat stupika mengandung formula takhayul Ye Te, patung perunggu Hindu dan Budha, Keris, kain endek, peralatan upacara keagamaan, dan lain – lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: