WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Pura Dalem Kahyangan Kedaton

Posted by Wirahadi Bali on April 17, 2013

Pura Dalem Kahyangan Kedaton

Pura Dalem Kahyangan Kedaton

Pura dalem kahyangan kedaton merupakan pura peninggalan purbakala peninggalan jaman megalitikum yang lokasinya di tengah hutan alas kedaton, tepatnya di Desa Kukuh, kecamatan Marga, Tabanan. Pura yang konon didirikan pada tahun  caka 1286 atau 1.364 masehi ini memiliki banyak keunikan. Bila pada umumnya pura di bali memiliki pintu masuk tak lebih dari dua, pura dalem kahyangan kedaton justru memiliki empat pintu masuk yang terdapat di empat penjuru mata angin ( nyatur desa ) yakni barat, selatan, timur dan utara. Inilah keunikan yang dapat kita jumpai pertama.
Selain itu juga ditemukan banyak arca dari batu. Diantaranya arca dewi durga, arca ganesha yang dililit dua ekor naga yang juga melambangkan angka tahun pembuatan pura yakni tahun caka 1286 atau 1.364 masehi. Selain itu juga terdapat lingga yoni lambang kesuburan. Dipercaya oleh masyarakat di pura dalem kahyangan kedaton berstana ida bhatara tri murti yakni brahma, wisnu, dan siwa. Dimana pada meru dalem yang posisinya di bagian utara dipercaya stana dewa Brahma. Dalem tengah terdapat lingga yoni lambang kesuburan yakni wisnu. Di meru dalem paling selatan terdapat archa ganesha dan arca dewi durga yang merupakan sakti dewa siwa. Berdasarkan arca inilah diyakini ida sang hyang widhi dalam wujud tri murti berstana di pura ini.
Selain pura utama yakni pura dalem kahyangan kedaton yang terdapat tepat di tengah hutan, di lokasi ini juga masih kita jumpai sebuah pura lagi, yakni pura beji kahyangan. Lokasinya ada di bawah setra ( kuburan ) kera dan di sisi sungai yeh ge di sebelah timur laut hutan kedaton. Sungai yeh ge juga sebagai pembatas alam desa kukuh dengan desa beringkit marga dan desa adat senapahan, desa banjar anyar, kediri. Pura beji kahyangan dipercaya tempat bagus untuk meditasi. Pasalnya dekat sumber mata air dan situasinya ning tenang membuat hati damai. Untuk menuju pura beji kahyangan, kita mesti berjalan sekitar tiga kilometer. Sebelum sampai di pura beji kita akan menjumpai kuburan kera ( sema bojog ) yang aneh bin ajaib. Setelah melewati kuburan kera baru, sekitar 300 meter ke arah selatan kita akan menjumpai jalan setapak. Jalan inilah yang mengantarkan kita ke pura beji kahyangan kedaton. Saat memasuki pura beji, aura ning magis sudah mulai terasa. Pintu masuk pura beji menghadap ke laut ( selatan ). Terdapat dua bangunan, yakni piyasan dan padmasana. Di pura beji terdapat sumber mata air suci. Setiap piodalan di pura dalem kahyangan kedaton, arca dan pratima yang ada di pura disunggi ke pura beji untuk disucikan. Di bawah pura beji terdapat dua buah pancuran. Pancuran ini juga kerap dimanfaatkan oleh penduduk untuk mandi. Di kawasan pura beji terkenal angker dan sebagai istana wong samar.
Misteri sema bojog tanpa gundukan : Kuburan atau gundukan saat menanam mayat, berbeda 180 derajat di sema bojog. Aneh bin ajaib, di kuburan ini tidak akan kita jumpai bekas galian dan gundukan, melainkan tanpa bekas. Dikatakan, penguburan kera sama sekali  tidak terlihat. Pernah salah seorang warga yang berprofesi sebagai balian pernah mengintip pasukan kera itu mengubur temannya. Prosesinya sama seperti penguburan manusia. Yakni bangkai kera itu digotong, dan dibarengi suara kera berisik ibarat tetabuhan beleganjur. Namun sayang saat bangkai kera itu dikubur, raja kera mengendus bau manusia. Bangkai itupun dibiarkan tergeletak di atas rumput setra. Pasukan kera itu lari meninggalkan tempat. Saat balian itu pulang, kemungkinan kera itu mengubur bangkai. Anehnya, saat balian itu kembali ke sana, tidak melihat ada bekas galian atau cakaran kuku kera untuk mengubur temannya. Gundukan pun tak ada kecuali, tanah itu menjadi cekung tanpa bekas tanda bangkai kera itu telah ditanam. “di kuburan kera ini memang aneh. Mestinya usai dikubur ada bekas gundukan, tapi disini beda, yakni tanah menjadi cekung. Inilah yang dipercaya sebagai bekas bahwa bangkai monyet telah dikubur,”. Di tengah misteri tentang keberadaan sema bojog, keberadaan kera atau monyet di alas kedaton memang menjadi daya tarik tersendiri. Wisatwan baik nusantara maupun mancanegara sangat tertarik dengan keberadaan monyet tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: