WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Museum Subak

Posted by Wirahadi Bali on April 17, 2013

Museum Subak Sanggulan

Museum Subak Sanggulan

Museum Subak berada di jalan Gatot Subroto, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Museum Subak merupakan museum khusus, tentang sistem pertanian di Bali. Museum ini didirikan dengan tujuan untuk menggali, menyelamatkan, mengamankan dan menghimpun semua data maupun benda yang berhubungan dengan Subak terutama sejarah pertanian. Disamping itu Museum ini juga dijadikan berbagai tempat informasi, pendidikan dan dokumentasi tentang Subak sekaligus sebagai tempat tujuan wisata. Subak sendiri adalah organisasi petani Bali yang mengatur dan memelihara sistem irigasi pertanian.
Museum Subak berciri khas kemandirian atas landasan kekal Tri Hita Krana yaitu:
Parahyangan   : hubungan manusia dengan Tuhan.
Pawongan        : hubungan manusia dengan manusia.
Palemahan       : hubungan manusia dengan alam sekitar.
Museum Subak terdiri dari beberapa bagian, antara lain museum induk, museum terbuka dan bangunan utama. Pada museum induk terdapat bangunan atau kompleks suci dengan Padmasana, Bedugul dan lain – lainnya. Tata ruang dan tata letak bangunan disesuaikan dengan lingkungan sekitarnya dengan tetap berpegang pada pembangunan tradisional : Tri Mandala, Tri Angga dan Asta Kosala Kosali.
Museum terbuka berwujud Subak Mini yang dipakai sebagai tempat peragaan kegiatan subak, terdapat miniatur sistem pengairan Subak yang terdiri dari kolam sebagai tempat relokasi irigasi, sebuah terowongan untuk mengalirkan air dari kolam ke area persawahan.
Sedangkan pada bangunan utama merupakan tempat pusat informasi, ruang audio visual, ruang belajar dan ruang pameran yang memajang berbagai jenis peralatan pertanian yang digunakan petani Bali dimasa lalu untuk mengolah sawah garapan.
Sejarah pembangunan museum ini berawal dari gagasan I Gusti Ketut Kaler, pakar adat dan agama yang waktu itu menjabat Kanwil Departemen Agama Propinsi Bali. Ia melihat perlu adanya lembaga adat Subak yang berupaya melestarikan warisan luhur budaya bangsa sejak abad XI ini, karena dalam waktu singkat berbagai peralatan tradisional akan cepat berganti, sehingga akan sulit dilacak dan perlu dihimpun kembali peralatan yang berjasa dalam kehidupan subak.
Untuk mempertahankan itu semua salah satu wilayah subak yang masih asri lestari dijadikan semacam cagar budaya. Upaya itu akhirnya terwujud. Museum ini diresmikan mantan Gubernur Bali, Prof Dr Ida Bagus Mantra tanggal 13 Oktober 1981. Gagasan tersebut di atas disebut Cagar Budaya Museum Subak, yang selanjutnya bernama Museum Subak. Masyarakat Bali selalu menjunjung tinggi adat, kebiasaan dan tradisi. Bila anda ke Bali dan ingin lebih mengetahui datanglah ke Museum Subak ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: