WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Pura Tirta Empul

Posted by Wirahadi Bali on April 12, 2013

Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul ini terletak sebelah timur di bawah Istana Presiden Tampaksiring. Pura Tirta Empul dan permandiannya terletak di wilayah desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Disini terdapat sebuah prasasti Batu yang masih tersimpan di Desa Manukkaya menyebutkan Pura ini dibangun oleh Sang Ratu Sri Candra Bhayasingha Warmadewa di daerah Manukaya. Prasasti ini memuat angka tahun 882 caka ( 960 masehi ). Di sini terdapat sebuah mata air yang sangat besar, yang hingga sekarang dikeramatkan oleh penduduk setempat. Kekunoan yang terdapat disini ialah sebuah lingga – yoni dan arca lembu.
Mata Air yang disakralkan ini diyakini dapat menetralisir pengaruh negatif atau kata lainnya mata air disini diyakini bisa membersihkan diri kita dari kekuatan jahat. Diperkirakan nama Tampaksiring berasal dari ( bahasa Bali ) kata tampak yang berarti “telapak” dan siring yang bermakna “miring“. Makna dari kedua kata itu konon terkait dengan sepotong legenda yang tersurat dan tersirat pada sebuah daun lontar, yang menyebutkan bahwa nama itu berasal dari bekas jejak telapak kaki seorang raja bernama Mayadenawa.
Menurut lontar “Mayadanawantaka“, raja ini merupakan putra dari Bhagawan Kasyapa dengan Dewi Danu. Namun sayang, raja yang pandai dan sakti ini memiliki sifat durjana, berhasrat menguasai dunia dan mabuk akan kekuasaan. Terlebih ia mengklaim dirinya sebagai Dewa yang mengharuskan rakyat untuk menyembahnya.
Alkisah, lantaran tabiat buruk yang dimilikinya itu, lantas Dewa Batara Indra marah, kemudian menyerbu dan menggempurnya melalui bala tentara yang dikirim. Sembari berlari masuk hutan, Mayadenawa berupaya mengecoh pengejarnya dengan memiringkan telapak kakinya saat melangkah. Sebuah tipuan yang ia coba tebar agar para pengejar tak mengenali jejaknya. Konon dengan kesaktian yang dimilikinya, ia bisa berubah – ubah wujud atau rupa.
Namun, sepandai – pandai ia menyelinap, tertangkap juga oleh para pengejarnya, kendati sebelumnya ia sempat menciptakan mata air beracun, yang menyebabkan banyak bala tentara menemui ajal usai mandi dan meminum air itu. Lantas sebagai tandingan, Dewa Batara Indra menciptakan mata air penawar racun itu. Hal ini Bhatara Indra menancapkan tombaknya dan memancarkan air keluar dari tanah ( Tirta Empul ) dan air Suci ini dipakai memerciki para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia kala.
Air penawar itulah yang kemudian disebut dengan Tirta Empul ( air suci ). Sedangkan kawasan hutan yang dilewati Mayadenawa dengan berjalan memiringkan telapak kakinya dikenal dengan sebutan Tampaksiring. Pura Tirta Empul sebagai peninggalan Kerajaan di Bali, salah satu dari beberapa peninggalan purbakala yang menarik untuk disaksikan dan diketahui di desa ini. Disebelah Barat Pura tersebut pada ketinggian adalah Istana Presiden yang dibangun pada pemerintahan Presiden Soekarno.
Mengenai nama pura ini diambil dari nama mata air yang terdapat didalam pura ini yang bernama Tirta Empul seperti yang telah disebutkan diatas. Secara etimologi bahwa Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah.
Air Tirta Empul mengalir ke sungai Pakerisan. Sepanjang aliran sungai ini terdapat beberapa peninggalan purbakala. Pendirian pura ini diperkirakan pada tahun 960 A.D. pada jaman Raja Chandra Bhayasingha dari Dinasti Warmadewa. Seperti biasa pura – pura di Bali, pura ini dibagi atas Tiga bagian yang merupakan Jaba Pura ( Halaman Muka), Jaba Tengah ( Halaman Tengah ) dan Jeroan ( Halaman Dalam ).
Pada Jaba Tengah terdapat 2 ( dua ) buah kolam persegi empat panjang dan kolam tersebut mempunyai 30 buah pancuran yang berderet dari Timur ke Barat menghadap ke Selatan. Masing – masing pancuran itu menurut tradisi mempunyai nama tersendiri diantaranya pancuran Pengelukatan, Pebersihan, Sudamala dan Pancuran Cetik ( Racun ). Pancuran Cetik dan nama Tirta Empul ada hubungannya dengan mitologi cerita seperti diatas yaitu pertempuran Mayadenawa Raja Batu Anyar ( Bedahulu ) dengan Bhatara Indra. Dalam mitologi itu bahwa Raja Mayadenawa bersikap sewenang – wenang dan tidak mengijinkan rakyatnya untuk melaksanakan upacara – upacara keagamaan untuk mohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: