WISATA PULAU DEWATA

Discover the most beautiful & interesting places to your vacation

Istana Presiden Tampaksiring

Posted by Wirahadi Bali on April 9, 2013

Istana Presiden Tampaksiring

Istana Presiden Tampaksiring

Sebagai Istana Presiden yang kini berusia 46 tahun, Tampaksiring setidaknya didukung empat bangunan utama. Tiga di antaranya berupa wisma, masing – masing Wisma Merdeka seluas 1.200 m², Wisma Bima ( 2.000 m² ), dan Wisma Yudhistira. Satu lainnya adalah bangunan serba guna.
Istana Tampaksiring adalah salah satu peninggalan monumental Presiden pertama RI, Soekarno. Gagasannya menjadikan Tampaksiring yang berhawa sejuk sebagai Istana Presiden, meluncur tahun 1957. Penataan kawasan pun langsung dimulai saat itu. Namun, karena harus dikerjakan secara bertahap, bangunan seluruhnya baru rampung tujuh tahun kemudian, 1963.
Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan pertama yang langsung rampung pembangunannya tahun 1957. Dua bangunan lainnya, Wisma Bima dan gedung serba guna, baru rampung tahun 1963. Istana itu dimanfaatkan sebagai tempat peristirahatan presiden bersama keluarga, juga bagi para tamu negara.
Istana Kepresidenan Tampaksiring berdiri atas prakarsa Presiden I Republik Indonesia, Soekarno, sehingga dapat dikatakan Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu – satunya istana yang dibangun pada masa pemerintahan Indonesia. Pembangunan istana dimulai tahun 1957 hingga tahun 1960.
Namun, dalam rangka menyongsong kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT ) ASEAN XIV ( ASEAN Summit XIV ) yang diselenggarakan pada tanggal 7 – 8 Oktober 2003, Istana Tampaksiring menambahkan bangunan baru berikut fasilitas – fasilitasnya, yaitu gedung untuk Konferensi dan untuk resepsi. Selain itu, istana juga merenovasi Balai Wantilan sebagai gedung pagelaran kesenian.
Istana Kepresidenan Tampaksiring dibangun secara bertahap. Arsiteknya ialah R.M Soedarsono. Kini Tampaksiring juga memberikan kenyamanan kepada pengunjungnya ( dalam rangka kepariwisataan ) dengan membangun pintu masuk tersendiri yang dilengkapi dengan Candi Bentar, Kori Agung, serta Lapangan Parkir berikut Balai Bengongnya. Sejak dirancangnya atau direncanakan, pembangunan Istana Kepresidenan Tampaksiring difungsikan untuk tempat peristirahatan bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga dan bagi tamu – tamu negara.
Kompleks Istana Kepresidenan Tampaksiring kini terdiri dari lima gedung utama dan satu pendapa. Gedung – gedung induk atau utama Istana Kepresidenan Tampaksiring dibangun secara terpencar di atas lahan seluas lebih dari 19 hektar. Dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka dan Wisma Negara, tiga gedung utama yang lainnya diberi nama Wisma Yudhistira, Wisma Bima, dan ruang untuk konferensi, serta Balai Wantilan, dengan detail sebagai berikut ;

  •  Wisma Merdeka – luasnya 1.200 M2 – terdiri dari Ruang Tidur I dan Ruang Tidur II Presiden, Ruang Tidur Keluarga, Ruang Tamu, Ruang Kerja, yang penataannya demikian indah, berhiaskan patung – patung serta lukisan – lukisan pilihan.
  • Wisma Negara – luasnya 1.476 M2 – terdiri dari Ruang Tamu Negara. Bagian utama Wisma Negara juga sama dengan bagian utama Wisma Merdeka; wisma ini dibangun di atas tanah berbukit dan kedua bukit yang menopang kedua wisma ini dipisahkan oleh celah bukit yang cukup dalam ( lebih kurang 15 meter ). Kedua wisma ini dihubungkan oleh jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter. Tamu – tamu negara dari negara – negara sahabat, yang datang berkunjung untuk membina persahabatan, selalu diantar melalui jembatan ini dari Wisma Merdeka ke Wisma Negara. Itulah sebabnya, jembatan ini disebut Jembatan Persahabatan.
  • Wisma Yudhistira terletak di sekitar tengah kompleks Istana Tampaksiring. Luasnya 1.825 M2. Wisma ini merupakan tempat menginap rombongan Presiden atau rombongan tamu negara yang sedang berkunjung ke Istana Tampaksiring; ruang – ruang atau kamar – kamarnya juga untuk tempat peristirahatan para petugas yang melayani Presiden beserta keluarga dan para tamu negara.
  • Wisma Bima terletak di sebelah barat laut Wisma Merdeka; luasnya 2.000 M2, rampung pada awal tahun 1963. Perabot yang berada di dalamnya tertata sesuai dengan fungsinya sebagai tempat beristirahat para pengawal serta petugas yang melayani Presiden beserta keluarga atau para tamu negara.

Wisatawan saat ini kalau ingin mengunjungi istana ini terlebih dahulu harus bersurat dulu ke Rumah Tangga Istana, karena Istana tidak dibuka untuk umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: